Terlahir Normal, Kedua orang tua tak pernah menyangka sang anak akan diuji begitu berat. Namanya Nur Keinara (2th), balita yang selalu ceria dan seperti bayi pada umumnya.
Hingga saat usianya menginjak 3 bulan, adik Nur menangis sepanjang hari. Air matanya terus mengalir hingga membuat matanya memerah. Awalnya, orang tua mengira anak kesayangannya hanya sakit mata biasa.
Nur hanya diobat dengan obat warung seadanya, namun mata Nur terus menonjol. Benjolan di rongga matanya semakin jelas, sehingga membuatnya bola matanya seakan keluar. Tak tega, orang tua langsung membawa Nur ke rumah sakit terdekat.
Ternyata adik Nur didiagnosa Leukimia Myeloid Akut dan telah menyebar di saraf pusat. Kanker inilah yang mendorong bola mata adik Nur seakan-akan keluar dari rongga mata.
Mendengar berita tersebut, membuat orang tua Nur terpaku. Sang Ayah yang hanya bekerja sebagai seorang buruh kebuh dengan penghasilan hanya 40 Rb/hari sampai menjual motor satu-satunya untuk membantu biaya perobatan Nur di rumah sakit. Sementara ibunya sebagai Ibu Rumah Tangga.
Ayahnya saat ini tak bekerja lagi, Adik Nur terus menangis apabila tak bersama kedua orang tuanya. Padahal butuh biaya besar untuk biaya pengobatan Adik Nur.
Pernah sekali kondisi Adik Nur tiba-tiba drop, seharian tak berhenti menangis kesakitan dan tak mau makan. Karena motor sudah dijual, terpaksa ayah Nur mencari tumpangan mobil pick up kebun sejauh 27km ke RSUD di kota.
Dokter berkata, apabila tak segera di kemoterapi, nyawa adik Nur bisa terancam. Leukimia yang diidap oleh Adik Nur adalah leukimia langka yang tak hanya menyerang darah tapi juga sumsum tulang.
#OrangBaik, maukah kamu sisihkan sedikit rezeki untuk membantu pengobatan Adik Nur? Salurkan bantuan terbaikmu dengan cara:
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, kalian juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan ini.
Terima kasih banyak, #OrangBaik!
Belum ada Fundraiser